Kamis, 29 September 2011

Belajar Berubah Untuk Hidup Sehat

Bakso..bakso..!
Hari ini saya masak bakso ..oh bukan, tepatnya membuat kuah bakso karena baksonya sudah ada (dikasih orang) dan tinggal membuat bumbu serta menambahkannya di kaldu. Permasalahannya, saya tidak pernah membuat kaldu bakso..jadi resepnya tidak tahu dan tidak pede dengan rasanya..
Ibu mertua saya mengajarkan bahwa bumbunya sama dengan bumbu sop lalu tambahkan bumbu masak. "Tambahkan bumbu masak saja seperti penjual bakso itu..ga apa-apa kan, mumpung punya," begitu kata beliau. Saya terdiam sambil berpikir. Hmm..apakah perlu?? Saya urungkan niat untuk memberi penyedap ke dalam kaldu..saya yakin,ini pun sudah enak tanpa penyedap :)

Postingan kali ini tidak ada kaitannya dengan resep masakan namun berkaitan dengan "PERUBAHAN". 

Sudah lama saya menghindari pemakaian bumbu masak dalam setiap sajian makanan rumah maupun di luar rumah. Sebisa mungkin ketika membeli soto, bakso, mi ayam, mi goreng, nasi goreng atau apapun yang harus dibubuhi bumbu masak,..saya berpesan kepada penjualnya agar "tolong Bang, punya saya jangan dikasih MSG/vetsin/bumbu masak..!"
Ini juga berlaku untuk suami dan anak-anak saya. Biarlah rasa asin dari garam saja yang kami nikmati. Meskipun sebenarnya saat ini, kuah bakso dan bumbu soto seringkali juga sudah ditambahkan penyedap, saya tetap berusaha agar tidak ditambahkan lagi. Kasihan tubuh saya..:(

Sejak saya hamil anak pertama..kehidupan saya berubah. Buku panduan tentang kesehatan ibu hamil saya ikuti dengan serius. Tidak makan ini dan itu..ok! harus makan ini dan itu..ok!
Semua demi sang janin yang saya inginkan dapat lahir dengan sehat. Saya berubah! Demi mereka, kedua buah hati saya, termasuk menahan diri tidak makan dengan bumbu masak..
Awalnya susah banget. Di rumah mertua, semua penyedap yang seringkali dijadikan imbuhan dari uang kembalian mertua, saya buang semuanya...! Terpaksa,..:) Demi kesehatan kami sekeluarga. Lambat laun akhirnya kami mampu beradaptasi dengan rasa yang alami.

Selain penyedap, saya juga harus berkompromi dengan menghindari minuman bersoda. Sejak hamil hingga anak-anak bisa bermain sendiri..jenis minuman ini, sangat diminimkan ketersediannya. Jumlahnya bisa dihitung dengan jari deh. Saya belajar menolak rasa nikmat sensasi segar dari jenis minuman itu demi kesehatan dan juga contoh yang baik buat anak-anak. Saya melakukan perubahan besar-besaran dalam kehidupan sehat di dalam keluarga.

Bagian yang paling sulit adalah mengajak makan sayur dan buah pada diri anak-anak. Menyuruh mereka makan sayur bukan hal mudah. Karena itu saya harus mencontohnya, menyaksikan sediri betapa nikmatnya sayuran. Dulu, saya adalah pemilih yang nakal terhadap makanan. Tak semua sayur dan buah saya sukai, namun lagi-lagi karena hamil dan ingin bayi yang sehat..saya mengkonsumsinya. Ternyata perilaku sehat yang saya lakukan berimbas kepada janin saya..mereka juga menikmati sari makanan yang mengalir  ke dalam tubuhnya. Jadi saya telah mengenalkan sayur dan buah secara tidak langsung..hingga sekarang, tumbuh menjadi anak-anak. Kini giliran saya tetap konsisten dalam menjaga kesehatan keluarga agar perubahan yang saya lakukan tetap berkesinambungan.

Benar kata pepatah : buah tak jatuh dari pohon induknya.

Jika saya ingin anak-anak yang sehat dan terus melakukan gaya hidup sehat maka saya harus melakukan perubahan dengan berperilaku sehat terlebih dahulu..
Toh pada dasarnya bayi/anak-anak tetap suka rasa tidak enak jika sebenarnya menurut orangtuanya itu enak dan menyehatkan..
jika kita bilang kue bolu itu pedas maka dalam mindset mereka..bolu itu pedas..selamanya..hingga ia bisa mengetahui dan membedakan sendiri rasa enak di lidah dan perutnya..


Rabu, 28 September 2011

Bingkisan dari Kami

Terinspirasi dari polah tingkah Farhan dan Razan yang selalu penuh semangat dalam menapaki hari, maka getoekgoreng.blogspot.com hendak menggelar sebuah syukuran atas kedua buah hati kami yang bulan desember dan oktober, menjalani masa.."penambahan usia". Awalnya hanya ingin buat Razan saja..tapi koq kasian kakaknya ga ikutan hehehe jadi digabung saja.


Razan (2 th kurang 5 hari)
Farhan 6 th kurang 3 bln  

Keduanya adalah inspirasi kami dalam menilai kehidupan, Ada banyak pelajaran yang kami peroleh dari mereka. Tak pernah habis rasanya meski seringkali dipengaruhi oleh rasa gemas atas keusilan si kakak yang cemburu dan kerap mencari perhatian orangtua dan lingkungan sekitarnya.

Berkaitan dengan itu, maukah teman-teman berbagi cerita tentang hal-hal yang sangat bermakna dalam kehidupan kalian?? Ketika dalam perjalanan menuju kantor, pasar, rumah saudara, pulang ke rumah sendiri, ke tetangga, di lingkungan kerja atau mungkin dalam kehidupan pribadi..teman-teman pernah mengalami hal-hal yang sangat menyentuh hati dan membawa kenangan/pelajaran tersendiri dalam kehidupan kalian,..bagikanlah kepada kami, disini.

Ketiga buku berikut:
  • Outliers Rahasia Di Balik Sukses, Malcolm Gladwell
  • CLEO Kisah Kucing Cerdas yang Menyembuhkan Trauma Sebuah Keluarga, Helen Brown
  • Chicken Soup for The Chocolate Lovers Soul, 55 Kisah Inspiratif Tentang Menikmati Hidup dalam Momen-momen Paling Manis 


bingkisan getoekgoreng.blogspot.com

adalah bingkisan dari kami sebagai wujud rasa terimakasih atas parisipasi teman-teman yang beruntung mendapatkannya.
  • Bagikan ceritamu di postingan masing-masing blog dimulai sejak Kamis 29 September 2011 hingga 20 Oktober 2011 pukul 22.00.
  • Tulis "Bingkisan dari Kami"  di akhir cerita dan pasang gambar bingkisan buku di atas   lalu link ke blog ini.
  • Daftarkan ceritamu, di kotak komentar di bawah postingan ini. Sertakan nama; URL dan judul cerita.
  • Cerita tidak mengandug SARA dan pornografi..karena kumpulan cerita dari teman-teman semua (baik yang terpilih maupun tidak) akan saya jadikan satu dan insya Allah akan menjadi hadiah terindah untuk kedua buah hati saya ketika mereka besar kelak.
  • Terima kasih atas peran serta teman-teman semuanya...

Minggu, 25 September 2011

Berbagi Pohon

Edit post:
Bank Panin menyampaikan ajakan untuk melakukan REFOREST INDONESIA.. 








Suami mencoba ikut dalam kegiatan ini..dan inilah  


polybag, buku panduan dan benih (biji) trembesi dari Bank Panin

Prosesnya masih panjang. Kami harus menyemainya terlebih dahulu hingga bertunas, memindahnya ke polybag, baru menyerahkan kembali kepada Bank Panin.

Lho?? koq diserahkan kembali??
Yap..Suami mendapat tugas untuk melakukan pembibitan. Ternyata tahap ini jarang ada yang melakukannya. Kebanyakan hanya meminta pohon yang sudah siap tanam. Jadilah kami sedang berembug untuk mempersiapkan tempat yang layak untuk mereka tumbuh..
Bagi pihak yang membutuhkan bibit dengan segera untuk ditanam, bibit yang kami miliki akan diminta bank Panin untuk disebarkan ke tempat tersebut yang lebih membutuhkan.
Kegiatan ini masih berlangsung,,buat siapapun dan dimana pun..monggo kalo mau ikutan, menghijaukan lingkungan sekitar kita.


Sabtu, 24 September 2011

daPur keTty

Hari ini, saya lahirkan :


tempat semua resep yang kemarin saya tunjukkin, secuil demi secuil dan cenderung banyak nampilkan foto-fotonya aja. Sesuai janji kepada Mbak Narti, mbak Reni dan mbak Mel..
Maaf jika tidak diposting disini,..takut pada bosen sama sukun hihihihi

Jumat, 23 September 2011

"Story Pudding : Percayalah Istriku"

Percaya aja..! begitu selalu mantra ajaib yang diucapkan suami setiap kali saya mulai berkeluh kesah. Hal yang paling sering saya keluhkan tentu saja sama dengan para ibu rumah tangga lainnya, masalah keuangan. Ya. Saya selalu kawatir dengan nasib keuangan kami tatkala belum akhir bulan sudah menipis dana utama. Padahal hal-hal penting sudah didahulukan tetapi tetap saja ada peristiwa tidak terduga. 
Jika sudah begini, saya tak punya pilihan lain selain berharap untuk percaya akan ucapan suami bahwa semuanya baik-baik saja. Sebab jika dihitung secara matematika, saya akan semakin pusing tak berdaya. Musykil..ga mungkin bisa bertahan. Namun suami tetap "Yakin saja, pasti ada pertolongan," begitu hiburnya.


Lalu kepercayaan saya meredup ketika hal buruk benar-benar terjadi. 
Suami dirumahkan dan kami hanya bergantung pada tabungan.


Suatu hari,..kami tak punya pilihan, uang sekolah anak belum terbayar. Dana menipis drastis. Hanya barang pemberian suami di hari istimewa pernikahan kami yang tersisa. Meski berat, saya merelakannya.
Barang berbentuk lingkaran seukuran jari manis saya itu pun berpindah tangan untuk diuangkan. Saya dan suami hanya menatap lesu..Namun ia masih saja bisa bercanda sambil menghibur dengan mengucap mantra.."insya Allah ada penggantinya."
  
Ah. Ini adalah tantangan untuk sebuah kebersamaan kami. Dalam kebingungan, saya berusaha berpikir jernih. Mengingat kembali perjalanan waktu ketika bertemu dan memulai sebuah keluarga mungil dengan keterbatasan dana. Saling membangun semangat satu sama lain agar rasa optimis menempuh hidup selalu hadir dalam sukma kami. Itu semua adalah modal perkawinan kami. Bukan hanya cinta atau materi semata tetapi rasa percaya di antara kami berdua.


Kini ketika modal terakhir kami juga nyaris pupus, haruskah kami menyerah?
Tidak..masih ada satu lagi, percaya kepada Yang Maha Kuasa.


Saya baru sadar bahwa modal sebuah hubungan dua insani ternyata adalah keimanan kepada sang Khalik. Dengan itu kami yang papa, tak punya daya dan kuasa masih memiliki kekayaan rohani untuk meminta. Berharap dengan yakin bahwa hidup tetap bisa dijalani dengan penuh sukacita dan ikhlas tanpa berpikir neko-neko. 
Alhamdulillah..
Karunia masalah berbuah kebaikan karena dengan masalah yang kami terima, kami justru mendapat hikmah, saling menguatkan dalam kebersamaan. Saling mendukung untuk kemajuan dan saling mengisi untuk mendapatkan celah demi kesejahteraan keluarga. 
Soal rejeki yang memusingkan, tak lagi menjadi bahan pembicaraan. Biarlah itu menjadi rahasia illahi. Karena kami hanya makhluk yang berusaha. Insya Allah akan datang pada waktunya sesuai dengan ikhtiar kami. 


Kisah ini diikutsertakan pada A Story Puding for Wedding yang diselenggarakan oleh Puteri Amirilis dan Nia Angga

Disqus

Sejak semalam saya mengutak-atik layout blog ini. Ingin pake "DISQUS" di kotak komentar karena memudahkan menjawab pertanyaan sobat blogger tanpa harus bolek balik naik turun krusor..


Lalu..saya ingat, di blognya Pak Abi ada postingan tentang DISQUS. Saya tertarik..mulai deh mencoba.
Saya ikuti saran beliau.

Tapi sayangnya ...saya ga mem-backup template saya lebih dulu..alias dah bingung..piye tho cara mem-backup-nya..akhirnya saya coba aja..main tabrak ancur. En tra la la la la..
komentar DISQUS dah terpajang di postingan tapi saya harus kehilangan komentar semua teman..:(
meski komentar masih tersimpan di dalam kotak komentar tapi ga mau nongol lagi kalo ga pake disqus hik hiks..
buat teman2,,,maafkan daku.Tak bermaksud menghilangkan komentar kalian semua yang telah berbaik hati mengunjungiku..kira2 ada yg bisa bantu mengembalikannya???

Rabu, 21 September 2011

Mengapa Harus Sukun??

Buah ini ternyata menawarkan cerita menarik di masa lalu dan sekarang.

Sukun sempat mengalami masa kolonialisme (th 1700). Negara Eropa yang sedang sibuk mencari dan melebarkan kekuasaannya..berjumpa dengan buah ini di kepulauan Pasifik. Dimanakah itu?? Kira-kira sekitar Papua (Irian Jaya) ke arah timur, termasuk Fiji, Hawai dan sekitarnya.
Buah ini tumbuh subur disana dan merupakan makanan favorit masyarakat kala itu. Kandungan karbohidrat yang tinggi menyebabkan buah ini dapat mengganjal rasa lapar cukup lama. Daunnya juga baik untuk kesehatan. Pohonnya bagus untuk membuat alat2 makanan. Jadi kesimpulannya, masyarakat yang hidup di sekitar tanaman ini ga akan takut lapar dan sakit. Karena Tuhan Yang Maha Kaya telah menciptakan pohon sukun sebagai perwakilan atas warung makan, balai pengobatan dan toko perkakas buat makhluk bumi.

Ketika Inggris merantau ke Tahiti, buah ini sangat dicari..dan tanamannya dibawa pulang untuk ditanam disana. Buah ini telah memikat hati. Daging buahnya yang menyerupai roti (empuk dan manis) menyebabkan buah ini dinamakan "breadfruit" oleh mereka.

Buah ini mudah matang dan akhirnya membusuk dalam waktu singkat. Penyimpanan dalam bentuk mentah kurang tepat kecuali jika diolah menjadi gaplek sukun, tepung sukun, tapai sukun atau pati sukun. Ya, karena saya pun takut sukun membusuk maka saya segera mengukusnya dan mengolahnya menjadi tapai sukun.

tapai sukun (dok pribadi)


Pembuatannya sederhana. Setelah dikukus dan dingin. Taburkan tapai tipis -tipis saja ya..jangan seperti saya. Lalu tutup rapat dan tunggu dua hari kemudian. 
Gambar di atas, raginya kebanyakan jadi penampakannya aneh gitu hehehe...tapi soal rasa, tetap enak. By the way, ini pertama kalinya saya buat tapai. Tanpa resep dan asaaaaal banget. Habis eman-eman sukun kukusnya kebanyakan. Mau dibuang koq kasihan hihii..jadilah begitu tapai sukun ngawur. Teksturnya lebih lunak dan tidak berserat kayak singkong. Haluuuus..! buat kue cocok, dan jadilah saya bereksperimen dengan mengganti tapai singkong dengan tapai sukun. Pokoknya temanya asaaaal banget deh.


Cake Tapai Sukun (dok pribadi)
Sejak kemarin saya nulis ginian sebenarnya ada maksudnya lhooo. Tidak kurang tidak lebih hanya ingin agar tanaman sukun yang ada di sekitar rumah atau tetangga terdekat atau di jalan-jalan yang kita lewati.. "jangan dianggap sebelah mata" lalu ditebang karena tidak berguna hiks..hiks.. sebab setelah mengetahui manfaatnya juga setelah tahu bahwa sukun sekarang susah diperoleh, saya koq jadi mikir, betapa tanaman ini sudah berjarak dengan kehidupan manusia. Sukun kan bisa dianggap sama dengan ubi, jagung, kentang dan makanan pengganti lainnya. Koq tega meniadakannya?? Padahal satu bibit sukun mencapai 35ribu lhoo 

Pantas saja, sebuah Taman Nasional di Hawai dan juga di daratan Amerika Serikat khusus membahas seluk-beluk tanaman ini (juga tanaman tropis lainnya) dengan tujuan jangka panjangnya adalah "ketahanan pangan"....Hmmm bayangkan jika kekeringan, kerusakan melanda dunia, masihkah berpihak pada beras atau makanan penggantinya?? Adakah keinginanmu untuk mulai melirik sukun?? hehehehe

Catatan: 

  • jika punya banyak buah ini dan malas menggorengnya/mengolahnya, maka cukup dikukus saja lalu masukkan lemari pendingin dalam bungkusan plastik. Ini lebih awet, daripada hanya dibiarkan tergeletak begitu saja. Setelah itu silahkan diolah sewaktu-waktu..
  • mengenai garam pada perendaman..ini untuk menghidari perubahan warna pada daging buahnya setelah dikupas dan sedang diiris2..karakternya sama sengan apel yang mudah berwarna coklat jika tidak direndam air garam.

Selasa, 20 September 2011

Cerita dibalik Tepung Sukun

Membuat tepung sukun??
Malas rasanya. Meski akhirnya tahu informasi pembuatannya setelah menggarap buku ini, tapi membayangkannya sudah....ribet. Namun sepertinya tak ada pilihan lain karena resep-resep olahan sukun mayoritas menggunakan tepung sukun sebagai bahannya. Jadi ga mungkin banget kalo saya ga mencobanya sendiri dan memiliki gambar atas kue/makanan yang telah dibuat. Ini yang penting..gambar dan pengalaman atas uji coba ini.

Lalu muncul ide,..mencari info di internet, barangkali ada yang jualan tepung ini. Ternyata ada! seneng banget tapi sayang, si pembuat kesulitan mencari bahan baku, buah sukun. Saya ga kehilangan akal. Mencoba minta tolong sama tetangga yang suka bikin kue. Menawarkan kerjasama, berharap agar beliau bersedia membuatkan tepung sukun dan saya membeli jasanya. Saya segera menghubunginya, berharap beliau ga sibuk. Alhamdulillah, beliau siap membantu.

Seminggu berlalu. Ternyata buah sukun yang jadi bahan utama..memang sulit ditemukan di pasar terdekat. Saya pasrah. Apalagi lebaran di ambang pintu dan ada banyak pekerjaan rumah yang harus diutamakan.
Akhirnya saya lupakan.
Mudik lebaran ke kampung halaman. Saya dipertemukan kembali dengan buah sukun di sebuah pasar tradisional..Senangnya tak terkira. Tapi saya hanya berani membeli sedikit karena akan dibawa pulang ke Purwokerto dan diolah disana. Bayangkan, harga satu buah Rp.10 ribu..muahhale...!
Dengan penuh sukacita saya kerjakan mimpi saya. Membuat tepung sukun dan inilah prosesnya.
Dikupas-dicuci bersih-diiris tipis-direndam air garam-dikukus dan dijemur sampai kering.

gaplek sukun (dok.pribadi)
Sukun yang telah dijemur bisa disebut gaplek sukun. Lalu digiling dengan penggilingan getuk/kacang. Dijemur ulang dan diblender (pake blender yg kecil:buat merica, ketumbar dll). Setelah halus-ayak. Bagian yang kasar diblender ulang dan diayak kembali.

tepung sukun (dok pribadi)
Beginilah hasil akhirnya. Tepung sukun, cara lain agar buah sukun dapat bertahan lebih lama dan dipergunakan sewaktu-waktu tanpa kawatir  adanya pembusukan pada buah. 

Perjuangan ini berlangsung 2 minggu. Koq lama banget?? Iya karena tergantung cuaca dan kehangatan sinar matahari. Semakin terik, lebih cepat kering...
Oia,..pas nanya ke produsen tepung sukun yang berdomisili di Gunung Kidul, harga sekilo bisa mencapai 25ribu..mahal ya?? lebih mahal daripada tepung gandum. Padahal kandungan nutrisinya ga kalah.Hmmm, kira-kira apa yang membuat tepung ini mahal?? 


Sabtu, 17 September 2011

Olahan dari Sukun

Inilah wajah asli buah sukun mentah
sumber gambar: www.edu2000.org 

 dan inilah uji coba kue sukun kukus. Iseng-iseng pengen nyoba. Jika sukun dikukus terus dilumat-lumat dan dicampur sama terigu (dikit banget) plus telur dan mentega juga susu kental manis...jadinya gimana ya??

sumber: dokumentasi pribadi 
resep: Widayati, Edi dan Damayanti, Widya (2007)

setelah ditambahkan dengan puding karamel

sumber:dok pribadi

rasanya enaaaaaaaaaak banget...(maaf memuji diri sendiri, tapi karamelnya agak pahit karena gosong xixixiixi). Jadi sukun ga cuma digoreng biasa lhoo..bisa dimodifikasi lebih menarik dan tentunya sangat mengenyangkan.Kalo mau simpel, sukun bisa dibuat seperti ini. Sukun yang dikukus dilumat dalam keadaan panas hingga halus lalu dicampur tepung tapioka dan terigu plus telur (1 buah). Dibentuk bulatan lalu diisi dengan meises, keju, selai atau gula merah aja...berikutnya tinggal digoreng deh..hmm yummy!

sumber:dok pribadi

semoga pilihan olahan sukun di atas bisa jadi alternatif buat teman2 yang punya pohon sukun atau tetangganya punya pohon namun bingung mau dibuat apa..
oia, saya belum bisa menjawab pertanyaan mbak Lidya, bahwa temannya ada yang alergi setelah makan sukun. Semoga saya bisa menemukannya dengan bersemedi bersama Mbah Google dan Mbak Wiki :)

Kamis, 15 September 2011

demi sukun

Keputusan yang cepat harus saya lakukan ketika sebuah pengumuman singkat tentang penawaran menulis buku pertanian, muncul di sebuah media jejaring sosial. Saya tertarik, sangat ingin. Tapi ini harus tetap didiskusikan dengan sang suami. Karena ketika saya memilih untuk menulis "proyek" ini, harus ada yang memegang kendali anak-anak kami. Maklum saja, kami merawat sendiri kedua buah hati. Tanpa bantuan pengasuh. Suami yang bekerja di rumah harus mengetahui kegiatan saya. Jadi jika saya akan kejar tayang dengan "proyek menulis" ini, saya harus mendapat anggukan dari suami.
Alhamdulillah..
pertimbangan itu disetujui, maka saya pun akhirnya memulai menulis sejak 15 agustus. Dalam keadaan berpuasa dan tetap fokus dengan aktivitas anak-anak (terutama makan dan jadwal tidur mereka). Oleh karena itu, ketika saya mengintip blog yang mulai lumutan, ingin sekali saya mampir membersihkannya.Tapi godaan itu saya simpan. Nanti saja, nunggu tulisan ini rampung dan saya leluasa blogwalking ke teman-teman. hihihi..nyatanya belum selesai sudah jalan-jalan :)

Oia, buku pertanian ini tentang buah sukun. Semua teman pasti sudah mengenal. Paling sering diolah untuk digoreng atau dikukus lalu diberi parutan kelapa. Namun gara-gara topik buah ini, saya jadi maniak dengan sukun. Mata jadi jelalatan lihat halaman rumah orang jika sedang bepergian, berharap ada yang tua dan bersedia dibeli. Di pasar mulai jarang dan harganya pun ternyata mahal. Wedew..benar-benar cobaan dan tantangan buat saya.

Saya mencari sukun agar dapat mengolah sendiri sebagai bahan panganan selain hanya digoreng. Karena ternyata buah ini sangat mengenyangkan dan kaya serat. Baik untuk penderita diabetes dan bisa menjadi pengganti beras. Pokoknya setelah baca literatur tentang buah ini, saya jadi makin kagum dengan kuasa Allah. Semua ciptanNya memang bermanfaat bagi makhluk bumi. Rasanya pertemuan saya dengan sukun memang bermanfaat hehehehe

Andai saja kita bisa menyadari bahwa tidak hanya beras yang merupakan makanan pembuat perut kenyang maka rasanya ga perlu impor beras ya??? hahahaha 
Hari ini, BAB V saya harus selesai agar saya bisa menghela napas dengan lega dan fokus lagi mengurus kewajiban rumah tangga. 

Senin, 12 September 2011

skizo oh skizo

alhamdulillah
Segala puji bagi Allah semesta alam :)
segala puji bagiNya yang telah mempertemukan saya kembali dengan syawal yang indah
salam bahagia buat teman-teman semua
"selamat hari raya idul fitri dan maafkan segala kesalahan kata dan sikap saya selama ini"

22 hari sudah saya berusaha untuk menahan diri ga ngeblog
cukup susah menahan godaan ini, 
ingin rasanya mengetikkan sesuatu tapi ....
saya hanya bisa datang sepintas, melongok kabar rumah dan teman2 tanpa meninggalkan pesan
sekali lagi maafkan saya ..:(


ada banyak kisah yang ingin saya rekam di blog ini
tentang perasaan, kesedihan dan juga kelegaan hingga keikhlasan


namun , hari ini saya ingin menggores tentang "skizofrenia"
kata ini sudah bergaung di hati saya sejak bayi pertama saya lahir
antara ya dan tidak, saya terus berusaha mencari tahu
bahkan sempat bergabung dengan komunitas skizofrenia Indonesia meski tidak aktif
sebenarnya ingin terlibat, tapi pertemuan yang mereka adakan selalu berada di kota-kota besar


jika saya memvonis orang terdekat saya terkena penyakit ini,
rasanya koq jahat sekali..tapi saya tidak betah dengan kenyataan yang terlihat dengan jelas
dengan mata kepala saya bahwa begitulah "keadaan dan kondisi jiwanya"
Ya Allah..ijinkan saya untuk meminta maaf jika ini salah
namun jika ini benar maka kuatkanlah saya dan seluruh keluarga saya


19.45-12 Sept 2011
skizofrenia
tema ini muncul kembali di pikiran saya setelah secara tak sengaja, membaca artikel ini di sebuah majalah wanita. Ini membuat saya teringat akan keadaan ibu saya.
Beliau senang dan nyaman berbicara sendiri. Lawan bicaranya beragam mulai dari teman masa kecil, teman kerja hingga tetangganya. Kadang-kadang, kami sekeluarga tetap bisa berdialog dengan ibu namun kadangkala topik pembicaraan menjadi tak terarah alias ngelantur. 
Dulu saya percaya dengan sebuah pendapat bahwa ibu mungkin terkena "guna-guna". Namun lambat laun..saya menolak persepsi itu. Ini berkaitan dengan diri pribadi bukan akibat yang disebabkan orang lain..ini berkaitan dengan diri ibu sendiri..
sayang, saya belum bisa mencari sumber permasalahan yang sebenarnya.
Sejak Ibu berubah, saya merasa asing jika berhadapan dengan Ibu.
dan..di hari lebaran yang senantiasa dirindukan oleh semua umat muslim,
saya merasa ... hampa dan sedih!
Ibu, maafkan saya yang hanya bisa menemuimu setahun sekali
saya minta maaf, kita tidak bisa berbincang dengan seru seperti dulu
saya minta maaf belum bisa menemukan obat penawar sakitmu
saya akan terus berusaha menemukan solusi atas semua kegalauanmu..