Kamis, 27 Maret 2014

Keadilan Buah

Ada sebuah catatan menarik yang saya temukan dalam buku ini.

pinjam gbr di : http://www.nunuelfasa.com

"Memakan buah-buahan sesuai musimnya adalah salah satu cara memelihara kesehatan. Allah SWT menciptakan musim2 buah yang berbeda karena bermanfaat bagi kesehatan orang-orang yang mendiami tempat atau daerah tersebut" (hal 40)


Kalimat ini saya tangkap sebagai sebuah arahan bagi manusia agar selalu giat bercocok tanam menyesuaikan iklim dan kondisi lahan di daerah yang didiaminya. 

Buah duku
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Duku
Contohnya duku Kalikajar yang sedang terkenal di kota saya saat ini. Berbeda dari gambar di atas (#yang tidak diketahui jenisnya), duku Kalikajar sudah pasti manis.  Kalikajar memang salah satu desa (di Purbalingga) yang dikenal sebagai penghasil buah duku yang berkualitas baik. Biasanya berbuah antara bulan Februari sampai dengan Maret..tra la la ..bulan ini!! 

Demikian juga salak pondoh yang terkenal di desa Turi, Sleman Yogyakarta (#akhir Januari lalu harganya anjlok karena musim panen). Salak ini sudah pasti akan berbeda rasa jika saya tanam di tanah pekarangan saya. Kondisi lahan berbeda memungkinkan hasil yang berlainan. Kecuali jika saya buat sama dengan di habitat aslinya.

Jadi .. jika diperhatikan seksama kehadiran para buah ini, bak berbuat adil bagi penghuni dunia yaitu manusia dan juga hewan yang doyan sama buah-buahan tersebut. Mereka bertumbuh dan adil ada di setiap daerah.

Lihat saja di pasar atau toko buah
Buah duku ada sebagai buah pelanjut setelah rambutan. Rambutan menjadi buah pelanjut setelah durian. Jadi rahmat Allah tak pernah habis. Setiap saat manusia selalu dimanjakan dengan aneka musim buah yang pastinya mengandung banyak nutrisi (jika dikonsumsi dengan benar dan tidak berlebihan). 

Oleh karena itu tepatlah kiranya bunyi ayat ini:
"Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan (QS. An. Nahl (16):11) - hal 59

Jika Allah sudah menentukan bahwa setiap buah mengandung manfaat maka manusia pastinya tak perlu mengeluh. Cukup mengikuti amanat yang tertera di atas. 
sebaiknya jangan merusak alam agar tak sengsara di kemudian hari!   


24 komentar:

  1. Yeaaay alhamdulillaaaah kecup mbak ketty

    BalasHapus
  2. Mbak ketty daftarin kuis review mingguan gramedia via twitter siapa tahu dapat buku minggu ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. apa masih ada kuis reviewnya mba??

      Hapus
  3. aku suka duku yang manis tapi yang kecil-kecil mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. jenis kalikajar, yang ukuran besar tetap manis mba

      Hapus
  4. Duku itu enak, saya suka. Kalo azkiya sukaaa banget rambutan. Kalo ada rambutan bisa habis sebaskom mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama..semua disini juga senang rambutan loo

      Hapus
  5. Dukunya sepertinya menggiurkan dan manis tuh Mba...:D


    Salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang bikin ngiler lho..ga terlalu bergetah

      Hapus
  6. setuju...apalagi di indonesia dianugerahi dengan berbagai jenis buah yang enak dan bermanfaat

    BalasHapus
  7. di daerah saya malah musim durian mbk membanjiri trotoar.. hehe comot dulu deh buat dukunya :)

    BalasHapus
  8. duku emang enak ya sis.. tapi tak bersahabat dikantong ane,, hehe,, andai klo bisa tanam sendiri

    BalasHapus
  9. dalam agama islam memang ngonsumsi buah itu dianjurkan ya .. enak tuh dukunya:)

    BalasHapus
  10. Kalau lagi musim rambutan, saya suka datang ke Purbalingga, Mba. Akeeh disana. . . :D

    BalasHapus
  11. Saya baru dengar mbak, ada duku Kalikajar :)
    Di Cimahi juga lagi banyak duku mbak.. Tp skrg buah-buahan mahal :p

    BalasHapus
  12. adanya buah-buahan menunjukkan salah satu Kebesaran dan ke Maha Sempurnaan yang Kuasa ya mbak,
    Subhanalloh pokoknya

    BalasHapus
  13. Memang kita sebagai manusia harus senantiasa bersyukur kepada Tuhan karena anugerah nikmat yang senantiasa dilimpahkan kepada umatnya. Saya jadi teringat tetangga saya yang lagi sakit, setiap 2 hari sekali membeli oksigen, kalau dikalkulasi 1 bulan bisa menghabiskan uang 1-2 jt rupiah untuk membeli oksigen yang bagi orang sehat bisa kita dapatkan gratis setiap hari tanpa harus bayar.

    BalasHapus
  14. nah ini Mbak, saya sering ketuker ngenalin duku sama lansep, hehehe

    BalasHapus
  15. Jadi pengan makan duku nih... sudah lama gak makan duku soalnya :)

    BalasHapus
  16. sekarang emang lagi musim duku ya dimana2..
    kemaren2 baru beli,murah2 pula

    BalasHapus
  17. apapun, semua yg sudah diciptakan oleh Tuhan itu pasti selalu ada sisi manfaatnya, hehe

    duku nya bikin mupeng :D

    BalasHapus
  18. Duku di sini murah, katanya #Lho

    BalasHapus
  19. Asslamulaykum, ada contact person yg bisa di hubungi di daerah kalikajar, khususnya dusun cengklok, desa butuh? butuh info2 banget

    BalasHapus

Tinggalkan jejak ya,..makasih :)