Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juli 2015

Kiat Buah Hati Sehat dengan Tubuh Prima Hingga Akhir Puasa

“Jangan lupa, minum air putih sebelum imsyak, Dek.”


Pesan saya kepada si sulung yang mulai bisa memenuhi kewajibannya berpuasa di usia 9,5 tahun,  menjelang imsyak.

Memasuki hari-hari terakhir, kami masih setia mengonsumsi 8 gelas sehari saat berpuasa. Meski tidak mudah, namun tantangan ini sangat terasa kebaikannya di tubuh.

Kenapa Minum Air Putih?
Tubuh yang cukup mengonsumsi cairan khususnya air putih akan membuatmu jauh lebih cerdas dan bersemangat dibandingkan jika tidak mengonsumsinya. 
sumber dari sini

Buah hati yang mengalami masa tumbuh, membutuhkan nutrisi yang cukup, salah satunya cairan. Cairan yang dimaksud sudah pasti air putih. Bukan minuman berwarna seperti sirup, teh atau minuman bersoda. Cairan ini sangat baik untuk membantumu melakukan rutinitas terutama saat belajar, bermain, mengaji plus shalat lima waktu bersama teman. Jika kamu sedang berpuasa, cairan yang dikonsumsi saat berbuka hingga sahur akan membuatmu bertahan dengan baik selama lebih 12 jam. Jadi tak masalah jika kamu harus melakukan ini itu, karena otak tidak mengalami dehidrasi dan staminamu tetap prima.

Tahukah Nak
Dehidrasi ringan memang berbahaya. Kondisi ini akan memberikan efek negatif  pada kinerja otak. Lelah, pusing dan lemas adalah salah satu gejalanya. Apa dong jadinya jika hal itu terjadi pada anak yang sedang berpuasa dan tetap belajar? Pasti akan sulit buat mereka dalam menyerap informasi dan konsentrasi. Oleh karena itu cairan yang cukup menjadi alasan utama keberhasilan kegiatan anak sehari-hari. Sebagaimana hasil penelitian yang dipimpin oleh Dr. Caroline Edmonds di Inggris, bahwa minum air dapat meningkatkan kemampuan otak dalam menyelesaikan tugas-tugas yang membutuhkan respon cepat. Jadi, minum air itu tak bisa disepelekan. Lihat gambar di bawah ini. Selain otak, organ tubuh lainnya pun mengandung banyak air. Jika kekurangan, tubuh bisa mengalami kerusakan metabolisme. 

Tapi ingat! Saat berpuasa, minum air dikondisikan selagi berbuka. Jangan curi-curi kesempatan minum air bak mandi! Selain tidak sehat dan higienis, apa yang sering dilakukan anak-anak tersebut dapat membatalkan puasa. Pilih cairan seperti AQUA yang jelas terpercaya oleh masyarakat Indonesia sejak lama. Selain kemasannya aman, kandungan mineralnya baik untuk tubuh. Bahkan proses pengemasan air dari sumbernya pun sangat higienis. Jadi tak usah diragukan lagi kebaikannya.

sumber dari sini


Bagaimana Aplikasinya? 8 Gelas? Sekaligus?
Tentu kita tidak meminum 8 gelas air putih sekaligus di waktu bersamaan. Mengapa?
Karena tubuh kita bukan gentong yang bisa menampung semua asupan dari luar. Meneguk air putih dalam kadar yang cukup selama berpuasa pun bukan hal mudah. Harus menggunakan aturan agar metabolisme tubuh tidak terkejut dan siap menyerapnya. Jika tidak, rasa tidak nyaman akan mengganggu lambung kita. Bunyi mengganggu muncul jika kita minum seenak waktu. Kondisi ini sangat mengganggu, terutama saat sedang tarawih dan diperhatikan oleh orang-orang di sekeliling kita.

Agar tidak terjadi kejadian memalukan, ikuti langkah Aqua242.

sumber dari sini
2 Gelas Pertama

Saat berbuka segerakan membatalkannya. Air putih adalah saran tegukan pertama yang dianjurkan oleh para ahli kesehatan. Tegukan demi tegukan yang dikonsumsi kita saat itu, akan memberi kesegaran dan memulihkan kebutuhan cairan yang berkurang selama 12 jam lebih. 
Usahakan setelah tegukan dari gelas pertama habis - jeda 5 menit - lalu meneguk gelas air putih yang kedua tanpa diiringi ngemil atau makan berat. Mengapa? Karena memasukkan cairan 30 menit sebelum makan sesuatu, lebih baik dibandingkan sesudahnya. Erikar Lebang (penulis buku "Food Combining Itu Gampang"-2013), menyebutkan bahwa mengonsumsi 500ml air pada satu jam sebelum mengonsumsi makanan dapat mengefektifkan enzim cerna. Minum sembari makan justru akan menimbulkan suara kecipak dalam perut dan menyebabkan asam lambung sulit bekerja. Jadi, sembari menunggu waktu makan, kita bisa membiarkan air putih yang bersarang di perut turun. Misalnya melakukan aktivitas shalat maghrib dan berdzikir mensyukuri nikmat berbuka. Baru setelah itu, tancap gas menikmati sajian berbuka dengan buah, snack atau makanan berat lainnya.

4 Gelas Kedua
Ada beberapa tahap agar kita mampu minum 4 gelas air putih sehabis berbuka: 

1. Minum segelas air sebelum berangkat shalat
Agar tubuh tetap prima saat berangkat dan melaksanakan shalat, ingatkan anak-anak minum segelas air putih menjelang berangkat ke masjid. 


2. Minum di sela ibadah shalat berjamaah isya dan tarawih

Bawalah segelas AQUA - dan meminumnya di sela-sela shalat tarawih atau di saat mendengarkan kultum. Badan jauh lebih segar dan tidak ngantuk ketika berjalan kaki pulang ke rumah. 




3. Minum satu atau dua gelas sebelum tidur atau di sela aktivitas harian 

Sambil menunggu sisa makanan berat turun menjelang tidur, ingatkanlah buah hati untuk menyelesaikan pekerjaan rumah untuk esok hari. Jangan lupa, di sela kegiatan diisi dengan minum satu atau dua gelas air putih sebelum tidur.

minum di sela aktivitas



2 Gelas Terakhir

jadwal minum air putih

Dikonsumsi saat:
1. Bangun Sahur
Minum segelas air putih saat terbangun sahur akan menggantikan kehilangan cairan  yang berlangsung selama tidur. Cairan ini juga baik diminum sebelum makan sahur (10-15 menit sebelumnya). Agar optimal, tambahkan setengah gelas berikutnya untuk diminum. 
2. Menjelang Imsyak
Setelah makan, kita hanya perlu menghabiskan setengah gelas yang tersisa. Cara ini jauh efektif dan tidak membebani lambung. Perut pun tidak terlalu penuh hingga menyebabkan tubuh terasa berat.


Kiat Lain

1. Ibu Perlu Membuat Jadwal Minum Air Putih
Letakkan jadwal minum tersebut di meja kerja atau di meja belajar buah hati kita. Jadwal pengingat sederhana ini dapat menjadi pengingat saat buah hati dan seisi keluarga terlanjur asyik beraktivitas sehabis shalat tarawih atau menjelang tidur (main game, membaca atau menonton televisi).
2. Perhatikan Kondisi Kulit Buah Hati dan Keluarga
Jika buah hati yang berpuasa terserang bibir pecah-pecah dan kulit kering (tidak kenyal) maka itu pertanda tubuh si kecil mengalami kekurangan cairan. Ibu perlu mengingatkannya minum cukup air putih saat berbuka.
3. Mencegah Titik Puncak Kelelahan Buah Hati
Buah hati yang berpuasa perlu mengistirahatkan tubuhnya di siang hari. Jangan sampai ia mengalami kelelahan karena cairan tubuh yang mulai berkurang hingga membuatnya rewel dan ingin membatalkan puasanya. Jadi selain menjaga asupan cairan yang cukup dan makanan yang bergizi, pastikan ia tidak menggunakan tenaganya secara berlebihan untuk bermain atau beraktivitas lain. Atau menyiasatinya dengan beraktivitas yang lebih hemat energi seperti membaca quran, menghapal suratan pendek, bermain ular tangga, lego, mengisi teka teki, atau membuat kue lebaran.
4. Kendalikan Minuman Manis 
Saat berbuka, buah hati cenderung tidak tahan jika tidak mengonsumsi minuman manis. Agar tidak berlebihan, pastikan buah hati menyelingi dengan minum air putih sedikit demi sedikit. Lalu beri nasihat tentang kelebihan dan kekurangan minuman manis bagi tubuh yang berpuasa. 
5. Setia memberi tauladan
Ibu jangan pernah berhenti memberikan contoh kebaikan di depan buah hati. Tauladan yang baik akan membuatnya meniru dan memeroleh kebaikan yang sama hingga buah hati dan seisi keluarga merasakan manfaatnya kelak. Minum air putih diakui sebagai perbuatan sederhana dalam menjaga kesehatan manusia hingga ia dewasa/tua.

Ibu adalah pengendali kesehatan keluarga. Ibu Bijak memilih yang terbaik bagi keberhasilan kesejahteraan keluarganya. AQUA pun demikian. Membantu kami menghilangkan dahaga dan memulihkan tubuh sehabis berpuasa. Karena itu AQUA dan kami bagai sejoli yang tak terpisahkan. Dimana ada aktivitas penting maka disitulah ada AQUA. Kemurnian dan kualitasnya tak diragukan lagi bagi kebutuhan air minum kami, terutama saat sedang berpuasa di luar rumah. AQUA memang menjadi andalan istimewa dan mudah dimiliki hingga ke pelosok desa. Terima kasih AQUA!   

sumber:
http://www.aqua.com/
Erikar Lebang. 2013. Food Combining Itu Perlu.Penerbit Qanita. Bandung. 
http://www.medicaldaily.com/stay-hydrated-stay-smart-quenching-thirst-water-boosts-brain-power-247723&prev=search
http://www.angelsprings.com/wp-content/uploads/2015/03/Water-and-brain
http://harmonizedbraincenters.com/2015/03/30/water-and-the-brain/
https://www.wattpad.com/125957-fungsi-cairan-tubuh-manusia/page/2

Sabtu, 01 Maret 2014

Bersahabat dengan Jeruk Nipis

I love jeruk nipis
Buah satu ini pernah kuabaikan. Tepatnya justru ketika memiliki pohonnya sendiri dan kerap berbuah tanpa henti. Setelah lelah berbuah selama tiga tahun dan memberi rezeki kepada masyarakat, ia mati kering. 


Dua bulan yang lalu, karena terdorong rasa penasaran atas khasiatnya yang beragam (sakit pernafasan hingga penyakit dalam) saya tertarik mencobanya. Ini untuk mendetoks tubuh saya. Jika akhirnya berat badan berkurang itu hanya bonus..

Ya. Setelah beberapa orang ragu mencobanya mengonsumsi di pagi hari, tepat 1-2 jam sebelum makan pagi, saya nekat mencobanya. 
Perasan air jeruk didalam segelas air hangat diteguk setiap pagi. Ajaib. Rasa asam yang ditakutkan oleh banyak orang karena asumsi "kecut itu memerihkan pencernaan" tak pernah terjadi. Padahal saya punya maag. Mengapa bisa demikian ya?

Ini karena...
Jeruk nipis mengandung asam sitrat yang memiliki reaksi alkalinik (basa) terhadap asam di perut.  Jadi rasa asam yang kita icipi tidak akan mengganggu sistem pencernaan.  Justru sebaliknya, perasan jeruk nipis membantu sistem pencernaan dengan cara mencerna dan menyerap lemak dan alkohol dengan menetralisir asam lambung dan sekresi empedu dari kantung empedu dan hati.  

Perasan jeruk nipis terkenal sebagai detoks alami. Ia pembuang racun pada tubuh. Bahkan kulit jeruknya antioksidan terbaik loo
Oleh karena itu, memasukkan kulit jeruk hasil perasan lebih baik..pliss jangan dibuang. 
Oya pernah memperhatikan bulir-bulir (pulp)-nya saat diperas? Sertakanlah..karena ternyata itu membuat perut lebih kenyang setelah mengonsumsinya..sungguh!   

jangan lupa masukkan kulit jeruknya..teteup enak koq

Lalu bagaimana caranya mengetahui tubuh dalam kondisi asam atau basa?
Ternyata kita bisa mengetahuinya melalui urin (tesnya dilakukan di laboratorium, seperti tes darah dan urin biasa). Tubuh yang sehat memiliki pH normal (7-7,5). Jika terlalu asam, biasanya tubuh akan mudah terserang penyakit dan virus seperti flu, diare dll. Jika terlalu basa, saya belum tahu efeknya..hehehe (maaf, belum dapat ilmunya :D).
Inilah fakta buah jeruk nipis lainnya:  
    • Mencampurkan beberapa tetes perasan jeruk nipis ke dalam berbagai minuman, akan meningkatkan daya serap  nutrisi hingga lima kali dibandingkan minuman yang tidak diberi.
    • Campuran satu sendok teh air perasan jeruk nipis, segelas air hangat dan sejumput garam yang diminum pada pagi hari adalah pertolongan pertama yang paling baik untuk mengatasi sembelit (http://inrfood.com)
    • Mengkonsumsi segelas jus jeruk nipis setiap pagi dapat membantu pencernaan, menetralisir asam cairan pencernaan yang dihasilkan oleh lambung dan mengalirkan racun dari sistem ekskretoris.(www.diethealthclub.com)
    Lebih lengkapnya pembaca bisa mencari di buku Khasiat Ajaib Jeruk Nipis..

     

    Rabu, 26 Februari 2014

    Tempe dan Teh/Kopi. Sebaiknya Tidak!

    Tempe menjadi idola di kota saya, Purwokerto. Tepatnya jenis tempe mendoan. Hampir setiap penjual makanan gorengan, selalu menyediaakan mendoan. Selain disukai segala umur, proses penggorengannya cepat sekali. Jadi pembeli tak perlu waktu lama untuk menikmati. Campuran tepung beras : tepung terigu (perbandingan= 1:1), berbaur dengan gurihnya ketumbar, bawang putih dan sedikit kunyit plus garam. Siasat hasilnya satu: mendoan terendam dalam minyak panas dan api yang besar.

    http://sigitsusinggih.files.wordpress.com/2008/07/mendoan-2.jpg?w=640
    sumber: http://thathabonthotz-thathabonthotz.blogspot.com/
    Semua orang tahu tempe mengandung gizi yang baik untuk tubuh. Permasalahannya jika dikonsumsi bersama minuman berwarna seperti teh dan kopi yang kerap dilakukan oleh sebagian penduduk disini..maka kebaikan tempe pun menjadi berkurang. Oleh karena mendoan menjadi sajian pas ketika "medang" sambil kongkow-kongkow bersama teman atau saudara di segala waktu maka mendoan seringkali bertemu dengan sohibnya, teh panas.

    Faktanya:
    Teh juga kopi yang mengandung "tanin" bisa menghambat penyerapan zat besi, kalsium bahkan kandungan protein dan mineral lainnya. Pada zat besi, tanin akan mengikat zat besi. Tubuh menjadi kekurangan dan ..kurang efektiflah makanan yang kita makan. Kenikmatan hanya di lidah saja, tak sampai pada kebutuhan tubuh yang sedang meronta..help me uhuk uhuk uhuk. 

    Apalagi ya yang tidak boleh bersamaan*?

    Kopi dan Susu
      • kandungan kafein yang berlebihan di dalam tubuh akan mengganggu proses penyerapan kalsium di dalam usus dan meningkatkan pengeluaran kalsium di dalam tubuh

    Agar-agar dan Susu

      • Serat bisa menurunkan penyerapan kalsium, karena serat menurunkan waktu transit makanan di dalam saluran cerna. akibatnya mengurangi kesempatan tubuh dalam menyerap kalsium.
    Minuman berkarbonasi dan Susu
      • Asupan fosfor yang tinggi bisa menyebabkan terhambatnya penyerapan kalsium

    *sumber : Parenting Januari 2012
      

    Jumat, 21 Februari 2014

    Tapak Liman dan Chikunguya

    Tanaman yang satu ini banyak kita dapati di pekarangan rumah. Tapi yang halamannya sudah di-paving semua, pasti susah menemukannya.. termasuk di tempat saya. Dulu saya mengira ini hanya gulma, seperti "suket" pengganggu, ternyata banyak manfaatnya.

    sumber: http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/

    Tanaman ini berfungsi baik bagi penderita chikunguya. Penyakit yang berasal dari virus chik dan dibawa oleh vektor nyamuk Aedes aegypti ini menyebabkan kalang kabut di lingkungan desa saya selama beberapa bulan ini. Tepatnya  di lingkup eR eW. Hampir secara bergantian, setiap warga mengeluh gejala yang sama. Setiap rumah yang dihuni 4-5 orang, dapat terkena penyakit ini. 

    Gejala yang saya amati pada keluarga saya dan beberapa warga seperti ini:
    • Menyerupai flu tapi berlangsung cepat.
    • Rasa "nggreges" yang mengalir tiba-tiba di seluruh tubuh (<24 jam) diikuti demam tinggi sekujur badan. 
    • Diikuti rasa lemah dan lemas.
    • Badan ngilu, kaki terasa berat untuk bergerak.
    • Ada juga yang mengalami sakit perut, mual disertai diare. Selain terkena chikunguya, dua anak saya juga terserang radang lambung.
    • Pada hari kedua dan ketiga, sendi mulai terasa ngilu dan sakit. Ada yang hanya mengalami pegal dan kaku seluruh tubuh hingga tak bisa berjalan bahkan beraktivitas biasanya. Ada pula yang mengalami pegal-pegal dan bengkak di pergelangan tangan dan kaki.
    • Beberapa hari berikutnya mulut mengalami kekeringan meski sudah mengonsumsi air minum. Bibir mengering dan menebal lalu diikuti sariawan dalam rongga mulut.
    • bercak-bercak merah menyerupai penyakit "gabag" keluar sendirinya menjelang hari ketujuh di seluruh tubuh..gatal mulai menyerang. (Sayang saya tak sempat mendokumentasikan diri pas gatal-gatal itu terasa. keburu ga kuat nahan sakitnya jadi copas disini)
    sumber: drdevendrapatel.blogspot.com

    Jika sudah begini tindakan awal yang perlu dilakukan adalah 
    • Minum "obat turun panas" sejak dini. Demam yang mendera biasanya cukup tinggi hingga tubuh menggigil dan nyeri tubuh. 
    • Banyak makan buah, minum air putih, jus buah jika sulit makan dan makan sayur berkuah seperti sayur bening atau sop sayuran bening. Asupan buah dan sayuran akan membuat tubuh lebih segar daripada mengonsumsi makanan berkabohidrat dan manis seperti roti. 
    • Minum madu membuat tubuh lebih baik dan mempercepat turunnya demam. Dapat juga dibarengi dengan vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh.
    • Virus ini memang kurang tepat jika dilawan dengan minum obat yang mengandung antibiotik. Hanya pola makan dan jamu yang kami konsumsi untuk mengatasinya. Jamu tapak liman salah satunya.
    Secara fisik, penyakit Chikunguya sembuh dalam kurun 7 hari tapi rasa ngilu dan pegal biasanya bertahan dalam rentang yang lama.  Ada yang mengatakan sampai 3 - 6 bulan. Saya sendiri sudah sebulan belum sembuh juga senut2nya..kalo dulu di bagian telapak kaki, sekarang ngilu di leher dan telapak tangan. Seperti yang beberapa tetangga keluhkan hingga hari ini. Akhirnya tapak liman menjadi konsumsi setiap hari jika rasa ngilu itu mengganggu. Senut-senut dan sengkring-sengkring rasanya. Bawa benda berat susah, gendong anak ga kuat, sekadar ngulek bumbu aja kudu hati-hati, bahkan ngetik di keyboard pun nyeri. Repot banget ya...

    Tapak liman yang kebetulan sudah tinggal "glek" mudah diperoleh di Mbok Jamu. Berbentuk kapsul isinya serbuk. Ini berawal dari saran si Mbok Jamu yang baik hati. Nyatanya alhamdulillah sakit ngilu berkurang setelah ditambani=diobati. Tapi ya itu ga langsung sedina=sehari sembuh, kudu sabar ngadepin chikunguya. Saya belum mencoba jika harus merebus daun tapak liman lalu diminum. Belum dapat resepnya ... dari Mbah Google.
    Bahkan mbah-mbah di lingkungan sini juga belum ada yang merekomendasikannya ya.  

    Hikmah wabah ini, para bapak di eR eW jadi rajin melakukan kegiatan PSN. Dulu kegiatan ini dilakukan oleh para ibu2.. tapi karena warga menolak "fogging" yang dianggap kurang efektif (nyamuknya ga takut sama asap, ntar datang lagi hehehe), jadi Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) lebih baik.

    Kamis, 05 Januari 2012

    nasi minded


    www.thaitable.com


    Catatan ini sekedar cuplikan dari obrolan singkat yang terus berulang-ulang terjadi.. antara saya dan suami.
    Terinspirasi dari sebuah halaman rubrik di majalah Intisari yang terbaru (edisi Januari 2012)..buat yang sudah baca..ga apa-apa ya, saya mengulasnya..:)

    Ini tentang "nasi minded"

    Suami saya seringkali mengingatkan, bahwa tubuh tak harus   selalu mengkonsumsi nasi sebagai pengganjal energi. "Karbohidrat bisa diperoleh dari jenis makanan lainnya" begitu ujarnya.
    Jujur saya belum bisa menyetujuinya. Obrolan ini pun kadang menjadi sebuah percakapan panjang tatkala kolom di koran nasional mengangkat masalah itu kembali di meja makan kami. Bahkan ketika menyaksikan siaran  berita dari televisi pun, topik ini membuat saya kembali harus mempertimbangkan ucapannya..!

    Dan di hari ini, saya kembali ditegur oleh sebuah rubrik singkat tentang topik yang sama yang berulang-ulang kerap saya temui. 
     "Kurangi Ketergantungan Terhadap Nasi"
    Rupanya nasi minded memang harus dirubah.. saya tak ingin menyalahkan petani yang masih giat menanam padi di lahannya. Namun saya hanya menyalahkan diri saya yang terlalu tergantung kepada nasi sebagai bahan pengenyang utama. Nek urung maem nasi iku durung maem jenenge..hehhe itulah yang terdengar di telinga saya baru saja dari bibir ibu mertua  juga bibir mama saya (setiap saat).
    Lalu saya pun mulai mengikuti jejak mereka..pikiran saya mentok kepada nasi dan nasi..
    Namun suatu ketika..secara tak sengaja, saya mengobrol ringan dengan papa. Obrolan yang tak jauh dari makan dan susahnya memberi makan kepada anak kecil.
    iseng saya berujar:
    "Anak kecil itu memiliki ukuran/takaran makan yang dapat disesuaikan dengan ukuran telapak tangannya. Untuk mengetahui takarannya, taruhlah nasi/roti di genggamannya maka segitulah porsi makannya. Demikian juga dengan sayuran ataupun lauk seperti tahu, tempe, ikan dan daging"
     Cuplikan di atas tidak sengaja saya temukan dari sebuah majalah parenting (kalo ga salah..berarti benar hihii)
    Papa saya kaget.." O begitu ya? kalo begitu jika semua orang menerapkan pola makan yang seperti di atas, kita ga perlu banyak makan donk..! seru papa saya. Hmmm...iya betul sekali itu!
    Tapi..kalo orang dulu.. (maksudnya pas zaman papa saya), setelah makan nasi/telo/pisang rebus ya sudah ga makan cemilan kayak snack-snack yang berjamur seperti jaman sekarang .. jadi mereka makan terus bekerja dan istirahat. Saat siang, makan berat, istirahat lalu bekerja lagi. Malam pun setelah makan berat lalu istirahat.
    Ngemil itu sepertinya tak ada..jadi makanan yang dikonsumsi yah makanan berat.
    Lalu apa hubungannya dengan nasi minded??
    Ya....akhirnya orang jadi terbiasa makan yang harus mengenyangkan karena kehidupan ekonomi yang hanya sanggup menyediakan beras dan kenyang itu membuat kita bisa tidur nyenyak dan bekerja giat.

    Ah saya masih ingat..bahwa pada zamannya Mr Soeharto..beras itu menjadi suatu kebanggan. Ayo laksanakan swasembada beras..! Akhirnya semua petani menjadi tidak kreatif. Jenis yang ditanam sama, pupuknya juga begitu..tanah pun menjadi lelah karena dipaksa menghasilkan beras secara besar-besaran..ah sungguh kasihan..Yang lebih kasihan..jenis umbi-umbian menjadi tersingkirkan karena beras menjadi makanan pokok..jagung dan sagu yang menjadi makanan pokok di beberapa daerah..terlupakan. Ah kasihan!

    Kini,..sumber makanan pokok selain beras itu coba dilirik dan diangkat lagi ke meja makan. Dihidangkan dengan berbagai polesan agar menarik di pasaran dan juga di etalase. Nasi minded?? rasanya memang harus saya kurangi porsinya sedikit demi sedikit..agar pemerintah tak perlu mengimpor beras demi alasan kebutuhan rakyatnya..