Adalah "Diana Wardani", penulis buku yang terpampang cantik di sebelah kiri tulisan ini. Ia menuliskan sebuah kisah cinta unik yang berbeda daripada umumnya. Cinta antara embun di pagi hari dan Tuhan sang pemilik alam.
Buku ini belum saya baca, justru saya hanya bisa menerka "ide pengambilan judul" yang dipilih mbak Diana.
Saya tertarik menguliknya karena pilihan kata embun adalah perwakilan dari sebuah makna kesegaran. Embun adalah sesuatu yang lama tak saya temui. Hanya hadir tatkala musim kemarau tiba di tempat saya. Rerumputan yang mulai sedikit tersisa, tak pernah dihinggapi sejumput air bening di pagi hari. Itu semua hilang ketika musim kemarau tiba. Ia selaksa pesan tanpa kata, datang menyejukkan dan menenangkan.
Mbak Diana dan saya ataupun pembaca lainnya mungkin adalah pengagum pagi dan embun. Tanpa ridho Sang Khalik, embun tak pernah ada dan pagi adalah saksi kehadirannya.
Maka demikianlah hidup yang pernah saya jalani di tahun-tahun sebelum 2012. Saya seperti embun kecil yang terhempas dari daun, menguap ketika sengat mentari muncul. Hadir kembali tanpa perduli beban berat yang dijalani. Embun dan saya adalah duo yang seirama. Putaran waktu hanyalah penentu. Saya, bergerak berpacu bersama anak dan suami meniti hari dengan doa dan usaha. Tak ada yang lebih ataupun berbeda.
Memasuki tahun baru ini, ada banyak rangkuman agenda yang pernah saya impikan sebelumnya. Jauh sebelum saya memilih untuk menikah. Ya saya adalah pemimpi. Namun kali ini, saya bermimpi dan bergerak demi sesuatu yang saya cita-citakan. Sesuatu yang tak bisa menunggu waktu jika tak dimulai dari hati. Mimpi sederhana saya hanya satu, menulis dan memasyarakatkan tulisan.
Saya bukan ahli bukan pula seorang pemimpin. Saya hanya pemimpi yang tak punya modal banyak kecuali energi, waktu dan ide. Saya hanya ingin bisa menjerumuskan masyarakat di lingkup terdekat untuk tertarik membaca sebuah tulisan. Meluangkan waktu mereka dengan menambah wawasan dunia luar. Mengalihkan dunia televisi yang bermuatan sinetron ke arena berita penuh ilmu pengetahuan.
Saya tak tahu bagaimana realisasinya, bagaimana caranya dan bagaimana praktiknya. Saya hanya yakin bahwa itu pasti bisa. Meski mungkin diperlukan keikhlasan untuk membayar mahal harga berlembar-lembar tulisan dan tinta..saya yakin bahwa tak ada yang tak mungkin jika kita mau berusaha.
Layaknya embun yang menyegarkan, saya ingin begitulah yang terjadi pada kami. Segar dan segar baik pikiran, jiwa dan raga.
Seperti yang terangkum dalam buku ini. Tentang cinta yang menghubungkan antara manusia dengan alam, manusia dengan sesama, manusia dengan negaranya, manusia dengan Tuhan, serta manusia dengan cinta itu sendiri. Maka begitulah yang saya harapkan dalam kehidupan saya di tahun ini. Hubungan yang manis antara saya dan makhluk Tuhan dan saya dengan Sang Pemilik Alam. Serasi dan seimbang secara vertikal dan horisontal. Amin semoga itu bisa terwujud..
waah resensi novel....
BalasHapusoke jg masalah cinta...
namun sepertinya bukan genre saya...
:)
Aku pertama liat covernya sukaaa.... gambar embun pagi hari. cantikkk! :D
BalasHapuskalo isinya soal cinta, dan juga Tuhan, sepertinya bagus ya mba. jadi pengen baca. :D
moga mba ketty menang yaa ^^
Kayaknya penjelasan yg udah di jabarkan oleh mbak husnia cukup bsa mewakili isi dari buku tsb, dtunggu resensinya dan di tunggu hadiahnya jika menang dlm kontes :D
BalasHapushwaoww.. menebak isi buku hanya dari covernya. kereenn,..
BalasHapusitu covernya seger banget yaa dilihatnyaa. hihihi
oh, give away toh? jujur ga terfikir jika tulisan ini untuk sebuah give away, penulisan dan untaian kata yang engkau rangkai begitu indah bersinergi mba.... kereeeen!
BalasHapustau ga kalo diam2 aku adalah pengagum tulisan2mu lho mba... (awas jgn GR lho!).
Eh iya mba, tentang komenmu di rumah mayaku tadi, silahkan diambil jika mba ingin menjadikannya cerita anak.. :-) semoga bermanfaat ya...
semoga menang untuk kontesnya ya mba....
dari ulasan keren cie mba,bikin penasaran aku buat beli buku itu
BalasHapustapi aku lebih suka buku biography seseorang,soalnya enak banget buat dibaca,hehe
wuiiih hebat mba diana (kayak nama istri saya, hehe). ada tuh juga blogger yang udah bikin buku, mba nurmayanti zein. jadi pengen ke blognya diana
BalasHapusresensinya bagus..moga menang ya, mbak
BalasHapusResensi novel yang perlu dicoba untuk didalami dengan isinya. Dengan meberikan gambaran pada cover yang terlihat didepan novel yang sangat bagus.
BalasHapusSukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog
dhe juga suka ama covernya mbak, tapi belum ikutan.. hehe :D
BalasHapussukses yaa mbak, moga nyantol nih buku ke mbak..
hanya menggaris bawahi "Tentang cinta yang menghubungkan antara manusia dengan alam, manusia dengan sesama, manusia dengan negaranya, manusia dengan Tuhan, serta manusia dengan cinta itu sendiri. Maka begitulah yang saya harapkan dalam kehidupan saya di tahun ini. Hubungan yang manis antara saya dan makhluk Tuhan dan saya dengan Sang Pemilik Alam. Serasi dan seimbang secara vertikal dan horisontal" saya sangat setuju mbak
BalasHapussemoga menang ya!
makasih banget ya mbaa...bwt partisipasinya..
BalasHapusamin...semoga memasyarakatkan masyarakat dengan budaya membaca semakin bisa terpapar dengan semangat dan kemampuan kita utk mewujudkannya, sebisa mungkin.. :)
mbak..... saya nunggu reviewnya nih...
BalasHapussmg menjadi pemenang GA nya ya.... Aamiin
hmm review yang keren
BalasHapusSemoga menang
BalasHapusamiiin amiiin
wah, saya support dsni ya..
BalasHapussemoga menang.. aminn..
ditunggu kunjungan baliknya ya
happy blogging :)
ah tulisan ini menyegarkan sekali mbak..mbak cek gmail mbak deh...
BalasHapus"Saya hanya ingin bisa menjerumuskan masyarakat di lingkup terdekat untuk tertarik membaca sebuah tulisan. Meluangkan waktu mereka dengan menambah wawasan dunia luar. Mengalihkan dunia televisi yang bermuatan sinetron ke arena berita penuh ilmu pengetahuan"...so beautiful dan meaningful banget Mbak
BalasHapusSukses utk kontesnya ya.
seger sekalliii...
BalasHapusjadi inget masa kecil dikampung mbak. Kalo pagi2 sudah main disawah yg banyak embunnya.
BalasHapusblom baca novelnya aja nulisnya udah bagus gini, gimana ntar dah baca yak :D
BalasHapussaya jadi minder deh mo ikutan GA nya hahaha
Ini lebih dalem, suka aku. kok ndak napil dilistku ya posting yang ini.
BalasHapusBtw, semoga sucses bersama ;)
OOT: Maaf Cleonya belum sempat kureview, hikss...
ahh..jatuh hati ama cover bukunya.. :)
BalasHapussemoga menang giveawaynya ya mbak
Wah,,, kalo resensinya sebagus ini, mungkin bukunya juga bagus kali yaa?
BalasHapusBtw, sy kok agak susah jika mau berkomentar di sini,,, apa cuma sy saja ?
Trims n sukses buat lombanya.
_masyaalloh,,.. ceritnya indah sekali,,..!!! :D semoga bermanfa'at bagi saya ... Amiin
BalasHapustulisan yang bagus Mba Ketty.... jadi ikut terasa kesejukannya saat membaca. hihi..
BalasHapussukses yah kontesnya... ^_^
*blogku sudah ada music-nya lagi.horeee... *
Saya malah terpesona sama covernya. Sejuk banget. Pasti isi tulisannya jg menyejukkan ya? :)
BalasHapusSemoga menang kontesnya mbak :)
semoga menang ya kontesnya
BalasHapussukses giveawaynya sayang :)
BalasHapusMbak Ketty, aku ikut berdoa agar cita-citanya tercapai. Mengenalkan dunia yg lebih luas ketimbang sinetron di TV adalah perbuatan mulia. Semoga engkau menjadi embun itu Mbak..Usaha mulia pasti di dengar Allah dan dirimu akan ditunjukan jalan untuk mencapainya. amin
BalasHapusMbak templatenya baru ya? Maaf telat.., baru sempat mampir lagi kemari setelah sekian lama. Maklum akhir2 kegiatan bloggingku emang sedang tidak lancar.
BalasHapusBTW, aku juga suka dg embun... rasanya embun identik dg kesejukan ya? Good luck utk kontesnya. (gara2 lama absen, aku ketinggalan GA ini mbak)
sukses dah mbak giveweynya :)
BalasHapuskayaknya bagus yah ceritanya
wah..
BalasHapussukse deh,,
tak dukung :D
Pati bisa mbak..
BalasHapusCukup lama saya nda sowan kesini, Mbak. Semoga tidak merenggangkan silaturahim yang sudah terjalin.
BalasHapusSabtu sore besok insya Allah saya mau pulang ke Kebumen, berharap bisa lewat depan rumah mbak Ketty, nyamperin getuk goreng dan sukun gorengnya. Heheheh...
Alhamdulillah, semua peserta giveaway ini akhirnya dapat bukunya mbak Diana.
Salam hangat untuk keluarga tercint.
waduh, td kotak komennya gak muncul, ampe bingung aku,
BalasHapussepertinya aku knl deh ama mba Diana? lngsung mau cek blognya ah
jadi inget masa kecil dikampung mbak. Kalo pagi2 sudah main disawah yg banyak embunnya.
BalasHapusGiveaway akhir tahun? Sekarang udah awal tahun. Hehe... :D
BalasHapussekilas, pasti bagus deh isinya.
BalasHapussemoga sukses deh...
sekilas, pasti bagus deh isinya.
BalasHapussemoga sukses deh...
jadi penasaran nih baca bukunya, makasih ya mbk infonya ;)
BalasHapusngomongin embun pagi, jd inget pengalaman kala keponakan saya dulu belum bisa jalan. Kata ibu saya, anak kecil kalau belum bisa jalan (sdh waktunya jalan)..tiap pagi di tuntun di rumput-rumput yg banyak embunnya...
BalasHapusmelihat embun pagi di dedaunan ataupun rerumputan membawa kedamaian tersendiri, terkadang kita lupa akan keindahan alam ini.. trims ya mbak :)
BalasHapusWhuaa...sukka deh mba, keknya menang lho, coz aku jd pgn baca bukunya mba Diana itu #lho? he he :D
BalasHapusSemoga beruntung ya mbak.
BalasHapusThis is really great blog, I always find worth reading stuff here. Thanks
BalasHapustulisannya bagus mbak Kenia... semoga sukses ya dan semoga semua impiannya terwujud, amin..
BalasHapuspasti buku yang keren ya sampai dibikin reviewnya, jadi penasaran sama bukunya :)
BalasHapus