Minggu, 23 Februari 2014

Menyemai Salak di Sudut WC

Bagaimana jika biji salak (jawa = gacol) bersemai di sebuah ruangan pribadi?
Inilah hasilnya. 
Sebuah ruangan dingin yang sejuk dan nyaman, ternyata lokasi yang pas bagi para biji salak untuk bersemai menumbuhkan tunas barunya untuk meneruskan kehidupan. Kamar Mandi.

biji salak bertunas yang disatukan untuk "pose istimewa"

Awalnya biji salak bertebaran di rumah karena si kecil (Mumtaz) sangat doyan dengan buah satu ini. Buat mainan di menjelang mandi..
Buah salak memang menjadi kegemaran keluarga sebulan yang lalu. Selain harganya yang bisa dijangkau (kisaran 7 ribu- 10 ribu) dan rasanya yang tak mengecewakan (jenis: salak banjar-salak pondoh jogja), maka setiap hari selalu ada biji salak yang "pating geletak" di sudut rumah.

Ternyata jika diletakkan di atas spon pun bisa tumbuh karena spon menyerap air
Pengalaman ini mengajarkan kami..biji salak yang tergolong keras, dapat melunak dan mudah tumbuh tunas pada kondisi yang dingin dan banyak air. Pelapukan akan memudahkan tunas keluar dari biji. Lebih cepat dibandingkan jika diletakkan di tanah loo.
So cobalah iseng menaruhnya di pojok kamar mandi Anda.
Biarkan tersiram air akibat ulah anak-anak..yang doyan gebyar gebyur..

*Setelah episode ini, kami punya tanggung jawab baru : menanamnya di polybag agar hidupnya berlanjut! 


13 komentar:

  1. disimpan sembarangan bisa tumbuh juga ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. pesona ini menunjukkan kehebatan alam Mba

      Hapus
  2. Apa kabar mbak Ketty ?

    wah hal hal yang sederhana yang ada di sekitar kita ternyata mengajarkan banyak hal

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah baik mas.. sayang ga bisa komen di tempat Njenengan.

      Hapus
  3. hai mbaaaak, apa kabar? *cipika cipiki*

    BalasHapus
  4. Wah ternyata mbak ni punya keahlian tanam menanam juga, wah wah wah....

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan ahli lho..hanya kebetulan ..:)

      Hapus
  5. padahal gak disengaja ya nanamnya....
    moga kehidupannya akan berlanjut lebih baik di polybag nanti...^^

    BalasHapus
  6. Kepedulian Kepada Sesama

    Sudah Banyak Kita Melihat
    Tapi Semua Terasa Sirna
    Sudah Banyak Kita Mengerti
    Tapi Sedikit Yang Kita Pahami

    Kemilau Harta Melimpah Ruah
    Justru Hati Kian Gelisah
    Hanya Orang Suka Bersedekah
    Hidup Jadi Makin Barokah

    Harta Hanyalah Titipan
    Pada Saatnya Pasti Dikembalikan
    Mengapa Tidak Dikeluarkan
    Agar Hidup Terselamatkan


    <<=0=>>

    Bank DKI => Kode : 111
    No Rek : 50323030085
    a/n : Setiawan Budiarto

    BalasHapus
  7. Wah sama anak kita ternyata mbak, byar byur waktu mandi. Dan suka salak juga. Kapan-kapan beli salak dicoba ah biar tumbuh.

    BalasHapus

Tinggalkan jejak ya,..makasih :)